Friday, October 25, 2013

CINTA MAHAR ALANG DAN ASIANG



CINTA MAHAR ALANG DAN ASIANG
Oleh Casmudi, S.AP

/1/
Pagi masih gelap
Ayam jantan berkokok bersahut-sahutan
Jam dinding baru menunjuk pukul 5 pagi
Udara pagi yang segar berhembus karena tiupan angin
Udara pun masih menusuk tulang karena semalam hujan lebat.
Alang, gadis kecil yang masih lugu
Tidak terimbas karena perkembangan jaman dan teknologi
Cantik, imut, tinggi semampai di banding sebayanya
Masih tertidur di ranjang, kecapaian
Masih berselimut sarung yang robek.
Tergolek …
Menggenggam erat sarung pengganti selimut seadanya
Untuk menutupi seluruh tubuhnya
Tapi, tak mampu
Separuh badannya masih kelihatan diterpa angin yang dingin.
Alang … suara pelan membangunkannya, seru ibunya
Bangun nak, kata bapaknya menimpali
Bangunlah pagi, agar rejeki tidak dipatok orang,
Bukalah jendelanya biar udara segar masuk.
Memberi semangat pagi
Spirit untuk mengarungi hidup
Alang masih malas dan belum beranjak bangun.
/2/
Gadis cantik bermata sipit
Gadis Singkawang, Kalimantan Barat
Umur 14 tahun seperti gadis Korea
Putih kulitnya … imut wajahnya
Rambut lurus sebahu, rapi meski tidak disisir.
Usia sebayanya harus masuk SMP
Namun … Alang hanya menemani bapak dan ibunya
Anak semata wayang
Tidak sempat mengenyam pendidikan, tidak lulus SD
Karena ekonomi kekurangan dan tidak ada biaya untuk melanjutkan.
Harapannya cuma satu
Agar panci di dapur tetap  berdiri dan mengepul
Dan tidak  terguling.
Hari-harinya
Alang selalu menemaninya setiap hari
Bersama bapak dan ibunya
Ikut menemani saat mencangkul kebun milik tetangga
Yang penghasilannya tidak seberapa.
Alang …
Gadis kecil yang cantik
Amoy Singkawang yang tidak sempat hidup enak
Menikmati hidup selayaknya teman seusianya.
Pagi ini …
Harus menemani bapak ibunya ke ladang
Seperti hari-hari yang sesudahnya …
Kasihan sekali Alang, pikir ibunya
Setiap membawanya ke ladang tetangga.
/3/
Gadis lain menikmati cinta monyet
Gadis lain menikmati masa kecilnya yang indah
Dengan tertawa
Bermain boneka, masak-masakan
Setelah menginjak remaja
Gadis lain bisa …
Bersenda gurau, kongkow dan tertawa lepas
Di mall, kafe, atau yang lainnya.
Tapi Alang …
Bergelut dengan tanah yang kotor
Bergelut dengan panasnya matahari
Semoga diberi perbaikan dalam ekonomi, pikir Alang.
Alang …
Gadis cantik keturunan China
Yang ada di Indonesia sejak puluhan generasi yang lalu
Nenek moyang, leluhur Alang.
Gadis Singkawang
Bagai gadis Korea
Yang sedang jadi idaman pria zaman sekarang
Bulu matanya lentik
Ditambah badannya agar bongsor
Matanya yang sipit
Mengingatkan seperti kecantikan bintang film Hongkong
Rosamund Kwan
Benar-benar cantik.
Tapi, Alang hanya bergelut dengan tanah dan sengatan surya
Aku ingin membantu bapak dan ibu,
Aku ingin hidup sejahtera, pikir Alang,
Karena keluarganya tidak seperti keturunan China yang lain
Yang ada di Indonesia yang serba mewah hidupnya.
Hidupnya selalu mengikuti grafik yang kadang naik
Dan kadang turun
Pikir Alang setiap menjelang tidur
Saat menjemput mimpi
Harapan yang indah
Meski dalam fatamorgana dan khayalan.
Alang … tidurlah nak, besok kita kerja lagi, ibunya berkata
Mudah-mudahan besok kita bisa beli beras yang dapat dijadikan nasi,
Alang mengangguk dan terbawa jauh di dunia mimpi.
/4/
Hidup kita memang susah nak …ibunya selalu berpesan kepada Alang
Pasti ada perubahan nak …kata bapaknya
Bapak …Ibu … Alang ingin membantu, kata Alang     
Apapun Alang ingin merubah kehidupan kita.
Air matanya  pun meleleh
Menetes ke pipi
Alang mengusapnya dengan tangan
Air matanya menetes lagi
Dan alang mengusapnya kembali.
Demi bapak …demi ibu
Alang siap mengorbankan jiwa raga
Alang sayang bapak dan ibu
Alang ingin …
Alang mau …
Alang bersikeras merubah keadaan.
Biarlah Alang tidak seperti gadis kecil yang lain
Biarlah Alang hilang masa kecil dan remajanya
Hilang masa indahnya
Bapak dan ibu adalah curahan hati
Tempat mengadu
Tempat mencurahkan segala keluh kesah
Biar hidup bisa lebih baik.
Saat panas surya sudah di atas kepala
Alang pulang ke rumah
Mengikuti langkah kaki orang yang dicintainya
Beristirahat karena seharian di kebun
Demi hidup dan masa depan.

/5/
Hari gembira
Hari yang menyenangkan
Keluarga kecil tersebut tidak ke ladang
Mencari sesuap nasi dari tanah tetangga.
Alang … kita ke biro jodoh, kata orang yang dikasihnya
Maafkan bapak ya …
Maafkan ibu ya …
Demi perbaikan hidup kita
Demi kesejahteraan bersama
Demi tegaknya dapur agar tetap mengepul
Berniat menjodohkan
Dinikahkan dengan pria lintas negara.
Tinggal pilih: Taiwan, Malaysia, Brunei, dan lainnya
Pilihlah yang menarik menurut kamu
Laki-laki ini semoga berjodoh,
Untuk menjadi suami kamu, bapaknya berkata
Kamu kan sudah niat bukan?, kata ibunya.
Alang ikhlas…
Alang ridho …
Alang legowo …
Semoga lelaki yang dijodohkan di biro jodoh
Memberi pengharapan yang baik
Biar bapak bisa tersenyum
Biar ibu menjadi sumringah
Dan Alang tidak menangis lagi
Setiap malam dan setiap menjelang tidur.
Alang … semoga lelaki ini berjodoh dengan kamu
Asiang namanya
Semoga bahagia …
Semoga barokah …
Semoga langgeng …
Semoga dikasih momongan …
Dan semoga memberi kemakmuran, harapan bapak dan ibu.
Asiang … lelaki Taiwan berkulit mulus, putih dan di fotonya tampil berdasi
Seperti aktor Jet Lee, umur 30 tahun
Yang menjadi idaman para wanita
Alang pun kepincut dibuatnya.
Meski dalam hatinya sangat terpaksa
Karena demi orang yang dikasihnya dan menghilangkan masa kecilnya
Menghilangkan rasa untuk mewujudkan cinta monyetnya
Hilang … hilang …dan hilang …
Biarlah … yang penting bapak dan ibu bahagia.
/6/
Menikah dengan Asiang
Tanpa ada pendekatan keluarga
Tanpa ada pacaran untuk mencocokan hatinya
Tanpa ada sayang-sayangan
Semua serba instan.
Alang menerima pinangan Asiang
Lelaki Taiwan … yang tinggal nun jauh di sana
Jauh …. pikir Alang
Tampil necis saat pernikahan
Tampil keren saat hari bahagia.
Pernikahan 2 negara
Singkawang dan Taiwan
Amoy dan Taiwan
Alang yang 14 tahun umurnya menerima lelaki 30 tahun
Gadis kencur yang ikhlas menikah
Demi perbaikan keluarga.
Asiang …
Lelaki yang belum kenal luar dalam
Alang pasrah … semoga Asiang cocok dengannya
Ikutlah suamimu nak … kata bapak dan ibunya
Berbaktilah kepada suamimu, meski belum mengenal benar
Toh, demi perbaikan keluarga kita.
25 juta rupiah maharnya
Uang yang diterima keluarga
Tak sebanding dengan perngorbanan Alang
Percayalah nak …saya yakin Asiang anak yang baik.
Bapaknya menguatkan
Ibunya meyakinkan
Jangan lupa bapak dan ibu
Jangan lupa Singkawang yang telah membesarkanmu
Jangan lupa menengok dan bersembahyang di kelenteng.
Menetes lagi air matanya Alang
Tak kuat rasanya meninggalkan orang tuanya
Dengan terpaksa …
Hanya demi sebuah cita-cita
Keluarga yang mulia.
Bapak dan ibu yang membesarkannya
Alang …jangan lupa  bapak dan ibu
Kalau ada rejeki dan uang lebih
Kirimkanlah ke rumah nak, kata bapak dan ibu
Karena masih membutuhkannya.
/7/
Bandara Chiang Kai-Shek
Sedap indah dipandang mata
Dunia baru, kehidupan baru …
Harapan yang indah
Harapan yang menyenangkan
Asa yang selalu terukir
Dalam hati …
Dalam jiwa …
Dalam kalbu …
Taiwan, I’m Coming … Alang datang menggapai impian
Tapi … apa yang dibayangkan
Tidak sesuai dengan kenyataan.
Alang dibohongi …
Alang dikhianati …
Alang dikibuli …
Alang diberi khayalan semu
Fatamorgana …
Kamuflase …
Asiang bukanlah orang yang kaya
Asiang bukanlah orang yang hebat
Seperti fotonya yang berdasi, keren seperti bintang film Jet Lee.
Ternyata Asiang …
Hanyalah buruh tani di Negeri Taiwan
Sehari mendapatkan 100 ribu kalau dikurskan ke rupiah
Pekerjaannya sama seperti keluarganya di Singkawang, Kalimantan Barat
Di Indonesia yang telah ditinggalkannya.
Tapi, sekarang Alang tidak mampu berbuat apa  
Pasrah …
Tiap hari di Taiwan
Menemani suaminya bekerja di ladang orang
Sama seperti di Singkawang.
Hanya tempatnya yang berbeda
Mata uangnya yang berbeda
Bahasanya yang berbeda
Adatnya yang berbeda
Kehidupannya yang berbeda.
Yang mengejutkan …
Asiang berubah tidak seperti menikah dahulu
Pertama kali bertemu
Kenyataannya …
Pahit getir menjalani hidup bersama Asiang
Lebih pedih …
Lebih nyeri …
Lebih menyakitkan …
Terlintas dalam benaknya, Alang ingin lari ke Indonesia
Namun apa daya … uang tidak ada dan paspor pun disita.
Urusan keluarga Asianglah yang mengatur
Sesenpun uang, Alang tidak pernah pegang
Asiang bertindak semena-mena
Terlebih terhadap wanita
Hati Alang tersiksa …
Hati Alang teriris …
Bagai sembilu …tajam menusuk kalbu.
/8/
Pohon kelapa melambai-lambai
Angin sepoi menari-nari
Alang tetap diam, merenungi nasib yang dideritanya
Membisu di setiap gelapnya malam
Seringkali terjaga.
Pikiran kalut menggelayutinya
Melihat suaminya tidur nyenyak
Selalu membayangkan bapak dan ibunya di Singkawang
Pikiranya selalu membayang.
Betapa capainya
Setiap hari mengurus suaminya
Yang kejam … semena-mena … tidak tahu diri
Tanpa bayaran apapun
Hanya makian setiap hari.
Sehabis itu
Alang harus mengurus orang tua Asiang
Yang cacat, lumpuh dan butuh perhatian khusus dari Alang
Karena paksaan dari keluarga Asiang
Dengan perintah …
Dengan makian …
Meskipun Alang menanggapinya dengan bahasa Tarzan
Karena Alang tidak tahu bahasanya
Memakai bahasa isyarat.
Jika salah arti
Alang mendapat makian dari Asiang
Alang mendapat makian dari keluarganya
Tamparan …
Pukulan …
Sudah biasa buat Alang
Hanya berharap belas kasihan
Entah sampai kapan
Berakhir
Selesai.
/9/
Nasi sudah menjadi bubur
Dalamnya hati tak bisa diukur
Sekali tercebur
Tak bisa mundur teratur.
Mengapa Asiang membohongiku
Mengapa Asiang kasar padaku
Alang menyadari
Sambil menangis sendirian di malam sepi.
Takut diketahui Asiang
Yang selalu menyiksanya
Teringat waktu pertama ketemu Asiang di Singkawang
Senyumnya
Tatapan matanya
Ceria menyambutnya
Tampilan pria kaya idaman Alang
Yang bisa merubah kehidupan.
Harapannya
Alang disayang …
Alang dicintai …
Alang dimanja …
Seperti dalam sinetron-sinetron FTV
Saat Kadek Devi dikecup keningnya oleh Ben Joshua.
Begitu indah …
Begitu menyejukan dan berakhir dengan keindahan, happy ending
Salahku, mengapa dulu tidak cek dan ricek luar dalamnya Asiang.
Alang selalu merenung dan mengingatnya
Tiada gunanya
Sekali nyemplung mandi sekalian
Meskipun pahit dirasakan.
/10/
Bapak dan Ibu …
Maafkan Alang, jika selama ini …
Tidak ada kabar, tidak ada kiriman uang
Bukannya Alang benci
Bukannya Alang tidak mau pulang
Bukannya Alang lupa daratan.
Tapi …
Hidup pun tersiksa
Alang tidak pernah memegang uang sesen pun
Paspor pun disita
Perlakuan kasar yang diterima
Alang ingin lari … jauh
Minggat meninggalkan Taiwan.
Tapi Alang tidak tahu apa-apa
Di mana Alang sekarang berada
Bahasa pun tidak pernah tahu apa yang dimaksudkan
Bagai diisolasi …
Dikarantina …
Bagai katak dalam tempurung.
Terasa sempit, meskipun dunia tidak selebar daun kelor
Tapi bagi Alang sangatlah sempit
Alang setiap malam menangis
Alang setiap hari tersiksa
Alang setiap saat bingung
Alang harus berbuat apa
Karena Asiang tidak peduli.
Alang ingin memberi kabar bapak dan ibu
Kabar baik tentunya
Meskipun buruk kenyataannya
Tapi tidak tahu caranya.
Salahnya Alang dulu tidak sekolah
Tidak sampai lulus SD tidak tahu apa-apa.
Biar perasaan sakit ini kupendam
Lelah ini kuhadapi
Dan Asiang pun tidak peduli
Asiang tidak mencintaiku
Asiang tidak menyayangiku, apalagi keluarganya
Mereka hanya menyiksaku, membuatku jadi budak.
Dikasih makan hanya sekali  sehari
Tidak bervitamin dan tidak bergizi
Maafkan Alang …
Alang ingin pulang
Alang ingin ketemu Bapak dan Ibu kembali
Menetes air matanya.
Alang merenung hingga tertidur di samping Asiang
Lelaki yang tidak mencintainya
Hanya berlaku kasar
Memperkerjakannya seperti buruh
Bagai TKW di Negeri Jiran Malaysia.
/11/
Cinta Asiang tidak ada sedikit pun
Sayang Asiang tidak ada secuilpun
Buat Alang …
Gadis Cantik seperti bagai bintang film Korea
Gadis amoy yang menarik para pria.
Alang selalu ditelantarkan
Alang selalu dipojokkan
Dalam segala hal
Jika kerja tidak beres
Mengurusi semua keperluan Asiang sang suami
Asiang menamparnya
Asiang memakinya
Mendarat ke pipi
Memerah, bukanlah pipi yang merona.
Bibirnya sampai lebam
Kecantikannya menjadi semakin hilang
Meski senyumnya masih mengembang
Berbakti kepada Asiang, suami yang tidak berperasaan.
Kadang makian Asiang
Kadang makian keluarganya
Alang tidak tahu maksudnya.
Ni ce la mo pa … pa …pa … pa 
Pa ..pa …pa … ni ...ce … la … mo … ni
Alang tak memahaminya
Menaggapinya dengan
Cas …cis …cis …cas …cus ..cus … no … no … no …
Bikin marah Asiang
Karena tidak ada pertemuan maksudnya
Ditamparnya lagi Alang
Memerah lagi pipinya
Lebam lagi bibirnya
Matanya jadi semakin sipit.
/12/
3 tahun sudah
Alang meninggalkan Singkawang
Alang meninggalkan bapak dan ibu tercinta
Bapak dan ibunya yang selalu mendoakan di setiap siang dan malamnya.
Mengharapkan Alang diberi kemudahan
Kesejahteraan hidup
Perbaikan ekonomi bagi keluarganya
Diberi momongan
Mau pulang dan menengoknya
Memberikan segepok uang
Untuk merubah rumah yang masih gubuk
Membekali hidup yang semakin mahal.
Tapi …
Harapan tinggal harapan
Alang justru tersiksa
Alang belum diberi momongan.
Dengan harapan
Asiang akan menyayanginya
Asiang mau mencintainya
Begitu juga keluarganya
Asiang mau mengajaknya ke Indonesia
Menengok bapak dan ibunya Alang
Dan mau sungkem di kakinya
Mencium dan merangkulnya
Sebagai menantu yang menghargai keluarga Alang.
Kenyataannya …
Asiang semakin menyiksanya
Karena tidak kunjung dikarunia anak yang mampu merubahnya
Terhadap Alang
Terhadap kecantikannya, sipit matanya, lentik bulu matanya
Senyumnya yang menggoda
Gadis amoy nan mempesona.
Asiang tetap acuh
Memperlakukan Alang seperti orang lain
Bagai minyak dengan air
Bersikukuh …
Dan Alang pun semakin merana.
/13/
Meski hari begitu berwarna
Indah … kicau burung di luar bersahutan
Alang kecapaian
Bekerja seharian tanpa henti
Di ladang, habis itu mengurusi bapaknya Asiang yang cacat dan lumpuh.
Alang beristirahat
Alang tergolek di ranjang kamar
Ia menggigil demam
Asiang membiarkannya
Asiang menelantarkanya
Tidak memberi tindakan dan pengobatan.
Suhu di Taiwan sedang musim dingin
Mukanya Alang pucat
Matanya sayu
Hanya berselimut kain seadanya
Asiang sinis melihatnya.
Manja sekali, celotehnya dalam bahasa Mandarin pedalaman
Dan Alang sedikit memahaminya
Alang ditinggal pergi Asiang
Yang pergi ke ladang seperti hari-hari sebelumnya.
Alang berdua di rumah
Berteman dengan mertua laki-laki yang cacat dan lumpuh
Saling berpandangan dan kadang berkomunikasi
Meskipun mereka tidak saling mengerti
Bahasa tarzan timbul kembali
Bla ..bla … bla …bla…
Alang termenung sendiri
Menatap langit-langit yang mulai ditumbuhi salju
Dingin menyerang
Selimut pun tak mampu menutupi dinginnya suhu.
Alang semakin gemeteran
Mulutnya semakin komat-kamit
Matanya mulai menutup
Tertidur … menjemput mimpi di pulau impian.
Taiwan tidak seindah yang diharapkan
Asiang tidak sebaik seperti suami kebanyakan
Tidak seperti cinta Romeo kepada Juliet
Tidak seperti Khais kepada Laila
Tidak seperti Samson terhadap Delilah.
Hingga Asiang pulang pun tidak dirasakan
Semakin malam …
Semakin gelap …
Semakin runyam …
Alang hanya mengharapkan setetes belas kasihan
Untuk menikmati keindahan
Meski tak pernah dirasakan.
Maafkan Alang, Bapak …maafkan Alang, Ibu …
Maafkan Alang segala kesalahan selama ini,
Saat Alang tidak di sisimu,
Saat Alang tidak menciummu, merangkulmu, mencium kaki sucimu.
/14/
Alang selalu mendengarkan
Kenyang rasanya
Suara dari Asiang
Dari keluarganya.
Nǐ méiyǒu yòng de, nǚrén...
Yúchǔn de...
Bù zhīdào guīzé líkāi zhèlǐ,
yǒngjǐ de tiáojiàn xià shǐ.
Kalimat …makian yang selalu dilontarkan untuk Alang
Dari Asiang sang suami
kamu, wanita tidak ada gunanya ...
bodoh ... tidak tahu aturan,
pergi saja dari sini!
bikin sesak keadaan saja.
Tetapi semakin lama
Alang perlahan memahami
Dari perasaan kasihan tetangga
Yang iba terhadapnya
Dan tidak berbuat apa-apa.
Alang bersabar …
Alang terima …
Semoga ada jalan keluar
Semoga ada mukjizat yang menghampirinya.
Lari dari siksaan Asiang
Menghindari makian Asiang
Melepaskan perlakuan kasarnya
Agar tidak semakin berat beban hidup.
Tuhan …
Kapan Engkau menolongku,
Alang butuh bantuan-MU,
Alang tak kuat lagi,
Alang tak mampu lagi.
Cinta Asiang semu
Cinta Asiang tidak murni
Cinta Asiang hanya menyakiti.
Jauh-jauh meninggalkan Singkawang
Alang ingin perubahan
Yang baik bukanlah yang buruk
Yang tidak dengan siksaan.
Tuhan …
Kabulkanlah doa Alang …
Kabulkanlah … kabulkanlah … kabulkanlah …
/15/
Asiang …
Alang butuh perasaan cintamu
Alang butuh perasaan sayangmu
Alang ingin diperlakukan seperti manusia
Alang bukan hewan
Alang adalah manusia.
Engkau membawaku ke Taiwan dari Singkawang
Bukan untuk mempermainkan cintaku
Meski cinta tidak berenda dengan perlahan
Meski perasaan tidak terpatri secara mendalam
Meski benih sayang  harus dipaksakan.
Asiang …
Membuat Alang semakin kurus
Membuat Alang tampak semakin tua
Karena pikiran dan beban
Entah kapan bisa hilang.
Alang …
Banyak lebam yang diderita
Tambah pucat mukanya
Banyak luka yang ada.
Kakinya hampir lumpuh
Karena pukulan Asiang
Kalau berjalan tertatih-tatih
Asiang tak mengharapkannya kembali
Asiang mulai membenci Alang.
Kehadirannya
Mulai tak diharapkannya
Karena sakit yang tak kunjung sembuh
Menanti harapan yang ada.
/16/
Alang …
Gadis amoy yang dulu cantik
Putih kulitnya dan sipit matanya
Sedap dipandang mata
Bagi siapa saja yang melihatnya.
Sekarang …
Alang hanya tergolek lemah
Di ranjang kamar
Tempat yang semestinya
Asiang menyayanginya setiap malam.
Kini … sudah 1 tahun lamanya
Alang didera sakit
Luka dalam dan kanker yang menggerogotinya
Yang sebentar lagi ajal menjemputnya.
Menunggu kepastian
Menunggu goresan Tuhan
Asiang mengurusi kepulangannya
Ke Singkawang yang dulu memberikan cerita indah.
Memberikan warna dalam hidupnya
Kini menjadi beban Asiang dan keluarganya
Asiang ingin menyingkirkannya
Asiang ingin memulangkannya ke Indonesia.
Sungguh …
Tidak seimbang 25 juta rupiah yang dulu menjadi mahar
Dalam perkawinan indah Alang dan Asiang
Yang diharapkan memberikan kebahagiaan
Bagi Alang, bapak dan ibunya.
/17/
Alang …
Senyumnya mulai tak seindah dulu
Sumringahnya tidak seperti 4 tahun lalu
Hanya sakit yang diderita
Lelehan air mata yang selalu ada
Menangis sendirian yang dirasa
Dan Asiang selalu membentaknya.
Alang …
Bayangannya selalu di Singkawang
Wajah bapak dan ibunya
Selalu dikenangnya.
Alang …
Bapak dan ibu sudah tahu keadaannya
Informasi dari petugas Kedutaan Besar Indonesia
Yang meneleponnya
Membesarkan hatinya
Memintanya untuk selalu berdoa
Menunggu kedatangannya
Mengurus surat-suratnya.
Alang …
Tangismu menyayat hati
Seiring sakitmu … pedihmu …kangenmu
Merenda kembali hidup di kampung halaman
Meskipun harapan tinggal kenangan.
Alang …
Bapak dan ibu
Menunggu kedatanganmu
Apapun keadaanmu
Biarlah mimpi indah tidak terbeli
Tapi harga diri akan selalu dipegang sampai mati.
Lupakanlah Asiang
Yang memberikan goresan luka
Menyayat hati Alang dan keluarga
Semoga Tuhan memberi balasan
Atas perlakuannya kepada Alang.
/18/
Singkawang …
I’m coming again, Alang datang lagi menjemputmu
Tapi tidak seceria dulu, 4 tahun yang lalu
Tidak secantik dulu yang manis, kulit putih, mata sipit, rambut sebahu.
Sekarang …
Alang hanya gadis desa … gadis buangan yang tidak berguna
Yang akan menyusahkan kembali bapak dan ibu
Lebih susah …  lebih … dan lebih ….
Alang kini menderita
Mengidap penyakit karena perlakuan suami
Yang membeli hanya dengan materi
Yang tidak sebanding dengan keadaannya saat ini.
Semoga sakit Alang bisa disembuhkan
Bisa mengisi hari-harinya dengan senyuman dan tertawa.  
Cinta Alang dan Asiang tak semanis madu
Tak seindah warna pelangi
Warna-warni dan kelihatan indah
Alang hanya disakiti
Alang hanya dijadikan budak
Dijadikan buruh.
Kini …
Biarlah masa lalu tertinggal jauh
Alang menatap masa depan dengan harapan
Bersama bapak dan ibu
Terima kasih bapak petugas Kedutaan Besar Indonesia
Yang telah mengantar Alang menggapai harapan
Bersama sakit yang dirasakan
Asiang … biarlah tinggal kenangan.
Tuhan …
Engkau mengabulkan do’aku
Berjumpa kembali menjemput orang yang dikasihinya
Meski tidak sesempurna dulu
Setidaknya Engkau memberi harapan
Dan …air mata pun menetes perlahan
Mengusapnya kembali
Menetes …menetes ..menetes
Engkau Maha Pemurah.
Alang …
Gadis yang malang
Yang cintanya bersama Asiang
Tidak memberi kesejahteraan dan tinggal kenangan.

======== &&&&&&& ======== 

 NB. Belajar karya sastra yang masih baru, tapi menyejukkan hati.
         "PUISI ESAI"

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete