Saturday, July 9, 2016

Aku dan Kamera Ponsel



Kamera Ponsel dan Momen Penting Itu




http://www.uniekkaswarganti.com/2016/05/Asus-giveaway-aku-dan-kamera-ponsel.html



Jalan Teuku Umar di Kota Denpasar Bali mungkin bisa saya sebut sebagai jalan Gadget alias Jalan Selular. Betapa tidak, setiap kali melewati jalan tersebut dari perempatan jalan Teuku Umar-jalan Imam Bonjol hingga ke perempatan jalan Teuku Umar-jalan Diponegoro kita akan melihat deretan ruko hingga ratusan yang dipakai sebagai outlet kecil dan outlet besar. Outlet-outlet tersebut mempromosikan berbagai merk gadget yang harganya dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Dengan kata lain, jika berkunjung  kita tinggal pilih sesuai dengan isi kantong kita. Yang menarik adalah outlet-outlet tersebut penuh sesak oleh pengunjung, terutama di hari libur atau tanggal muda ketika para pegawai pemerintahan atau swasta  baru gajian.
“Orang beli gadget kayak beli gorengan saja” pikir saya setiap saya lewat di depan sebuah outlet.
Bahkan, ketika weekend dan mencoba hunting gadget baru yang cocok dengan isi kantong, saya pun harus berdesak-desakan dengan pengunjung lain sekedar untuk melihat-lihat spesifikasi sebuah merk gadget. Fenomena kemajuan dunia gadget saat ini memang sungguh luar biasa. Dan, hal yang terpenting adalah fasilitas fitur kamera dalam sebuah gadget sangat diperhatikan para pengguna gadget saat ini. Fungsi penting kamera yang sering digunakan adalah untuk merekam momen-momen penting dalam kehidupannya.
Apalagi, menurut pakar media sosial dan konsultan dunia siber DR. Rulli Nasrullah yang kebetulan teman saya dalam dunia tulis-menulis  menyatakan bahwa perkembangan dunia media sosial sekarang sungguh luar biasa. Dampak yang terjadi adalah munculnya budaya Fear of Missing Out (FoMO) alias munculnya dunia kelam, di mana orang takut tidak kekinian jika tidak update status dalam media sosial meskipun momen yang dialaminya merupakan hal yang menyedihkan. Akibatnya, pengguna sekarang rajin ber-selfie, wefie ria atau mengambil foto (merekam) momen-momen penting lainnya.
Kejadian fenomena di atas tentunya dialami masyarakat sekarang dan membutuhkan gadget yang mempunyai fasilitas fitur kamera yang dapat diandalkan. Bagaimana dengan kamera yang fasilitas fitur kameranya tidak ada atau ketajaman kameranya tidak bisa diharapkan? Tentu menyedihkan bukan? Bagaimana tidak, di saat momen penting justru kita hanya gigit jari alias menjadi penonton melihat orang lihat yang tertawa cekikikan, riang gembira berselfie, wefie manja di dekat kita.
Satu, dua, ti---ga, kamera ponsel pun beraksi, cekrek --- cekrek --- cekrek. Sambil posisi badannya dimiringkan dikit, bibirnya dimonyongin atau lidahnya melet kayak ular kobra. Jari tangannya pun  dibuat manja di depan wajahnya, pipinya yang sudah tirus atau peot dikembungin dikit biar kelihatan chubby (gemuk atau tembem). Eits, itulah salah satu aksi narsis yang membuat kita jadi jealous! Kasihan deh lo! Itu kan SDL –Sudah Derita Lo! Jadi Baper kan?
Kalau yang lagi happy berfoto ria dengan kamera ponsel tersebut teman kita, hal yang sering terjadi adalah kita akan menjadi follower alias nempeler. Kita jadi orang yang suka ngikut dan nempel ke mana teman kita berasyik ria mengambil momen penting.
“Ngikut foto dong bro ... sis” kata kita sambil memasang muka NBMT (Nggak Berasa Malu Tuh). Ah, peduli syetan, syetan aja nggak pernah peduli. He .. he ..he … Paling-paling teman kita akan berkomentar:
“Ah, elo jadi orang kok nggak modal banget sih bro.. sis. Makanya, ganti tuh HP yang jadul itu. Ganti yang agak keren dikit napa!”
Kita pun biasanya berlagak seperti orang yang patuh akan saran teman-teman kita.
“Oke deh bro, besok gue beli HP yang kameranya lebih bagus dari yang elo-elo punya” jawabnya agak sedikit ngegas.
Lebih, hebatnya lagi pakai  gaya tangan nunjuk-nunjuk. Temannya dengan gelak tawa menjawabnya:
“Kapan! Kapan! Udah lebaran monyet nih. Awas lo kalau besok masih numpang foto ama kita-kita!”
“Iya—iya … gue janji” jawabnya sambi ngacungin dua jari membentuk huruf V. Rasa malu yang hanya bisa disimpan dalam hati.

Sahabat-sahabat pernah ngalamin kejadian seperti di atas?. Gak usah malu lah bro sis! Saya aja pernah kok!. Lagi jujur buka rahasia nih! Yang lebih menyakitkan adalah di sini (#tunjuk dada) adalah saat Hari Wisuda di Jakarta sekitar tahun 2013 lalu. Rencana sudah matang dengan bawa kamera digital buat merekam momen-momen penting menjadi gatot (gagal total) karena ternyata kamera digital tersebut kehabisan energi baterai pas Hari-H.  Waduh, cilaka duabelas!. Saya seperti orang yang super duper waplo (wagu tur plonga-plongo). Terpesona melihat orang-orang pada gembira dengan kemera HPnya. Jadi bengong melihat orang lain pada bergaya dengan gadget yang telah dilengkapi dengan kameranya. Sementara, HP saya hanya mampu untuk berkirim pesan melalui SMS saja.  Untung, saya punya teman baik yang baru berkenalan saat acara wisuda baru mau dimulai. Jadi, momen penting pun bisa saya simpan dengan baik.
“Bro, minta tolong ya nanti hasil jepretannya dikirim ke email saya. Sorry, ngrepotin” kata saya merayu.
“Oke, sip” jawabnya.

****

Saya menyadari bahwa kamera ponsel sangat berharga dalam hidup. Apalagi, kamera dengan kedalaman piksel yang tinggi akan memberi kepuasan pengguna gadget dalam merekam momen-momen penting. Kemajuan fitur kamera semakin meningkat. Dengan kamera yang canggih, foto-foto hasil jepretan kita bisa dijadikan dalam berbagai bentuk yang unik, seperti kolase, penggabungan beberapa foto yang dipermak lebih baik, diberi kalimat atau komentar menarik yang semakin asyik dilihat, dan lain-lain.
Jangan kaget, kamera yang canggih yang melekat pada gadget yang harganya hingga puluhan juta akan diperlakukan seperti istri atau suami kedua (maaf bukan untuk ngompor-ngomporin).  Diberi pelindung biar tidak mudah gores pada lapisan screen-nya. Harganya pun mencapai ratusan ribu rupiah. Cara membawanya pun ditaruh di dalam tas yang membuat kondisi gadget tersebut menjadi lebih aman atau ditenteng biar kelihatan lebih trendi alias fashionable. Pokoknya biar modis dan kekinian gitu loh!
Saya pribadi mempunyai HP yang mempunyai kamera yang biasa-biasa saja. Yang harganya masih di bawah satu juta rupiah. Maklum, disesuaikan dengan isi kantong yang ada. Tetapi, bukan masalah HPnya yang menjadi menarik, melainkan momen-momen penting yang telah diambil dalam perangkat HP tersebut bisa membuat saya senang, tertawa hingga menyedihkan. Kedalaman warna kameranya pun dibilang tidak jelek-jelek amat sih! Yang jelas, objek masih kelihatan tetap menarik untuk dinikmati, dikenang, dan direnungkan.  Asyikkk ….

 Fitur kamera sedang on di kamera ponselku
(Sumber: dokumen pribadi)


Seperti kamera-kamera pada HP canggih lainnya, momen-momen penting sebuah objek pun kami simpan dalam album foto atau gallery. Kamera  dan Objek menjadi dua sisi yang tak bisa dipisahkan. Kamera ponsel bisa menangkap objek dengan baik. 


                      Objek dan kamera ponsel (Sumber: dokumen pribadi)     



 Album foto (Sumber: dokumen pribadi)


Dari kamera yang ada di ponsel, saya pun bisa merekam momen-momen penting dari yang menyenangkan hingga yang menyedihkan. Saya simpan dengan baik dalam album HP yang kemudian menstranfernya di flash disk agar kapasitas HP tetap bisa men-support penyimpanan foto. Berikut beberapa momen penting yang telah terekam oleh kamera ponsel yang biasa-biasa saja. Cekidot!

Jepretan Menyenangkan salah satunya di sini …..
Hasil jepretan ada 3 macam:
1)   Ketika saya tanpa sengaja bisa melihat sepeda motor yang telah bersama saya selama 4 tahun dalam suka dan duka. Telah mengantarkan saya mencari nafkah dan akhrnya saya jual dengan harga nego abis karena BUC (Butuh Uang Cepat).
2)   Saya berkesempatan untuk berdiskusi dengan Kak Seto di sebuah hotel di Kuta Bali untuk membicarakan masalah kejahatan seksual pada anak-anak.
3)   Narsis dengan General Manager (GM) Discovery Ancol Jakarta dalam acara temu komunitas blogger.




Momen penting yang telah terekam oleh kamera ponsel
(Sumber: dokumen pribadi)


Jepretan yang membahagiakan tidak pernah saya lupakan ada di sini ….
Jepretan yang membahagiakan yang berhasil saya rekam dengan kamera ponsel, di antaranya:
1)   Kebahagiaan bersama keluarga di Hari Raya Idul Fitri tahun 2015 di Kota Ngawi Jawa Timur. Sungguh momen yang menyenangkan, dijepret satu hari menjelang Hari Raya tiba. Mengumpulkan orang-orang sebagai objek jepretan foto tersebut sangatlah susah. Makanya, jepretan kamera ponsel tetap saya simpan hingga kini.
2)   Inilah momen yang membahagiakan sepanjang tahun 2015. Dapat undangan untuk mengunjungi ladang migas Pechiko milik PT. Total E&P Indonesie di Kalimantan Timur. Momen yang menurut saya tidak bisa terulang kembali. Sangat … sangat … kecil, kecuali Tuhan mengijinkan.      




Kumpul bersama keluarga di Hari Raya Idul Fitri 2015
(Sumber: dokumen pribadi)




Salah satu jepretan di Kalimantan Timur. (Searah jarum jam):
di pesawat terbang dari Denpasar menuju Balikpapan; Kamar
hotel di Balikpapan; Plang PT.Total E&P Indonesie;
CSR PT.Total E&P Indonesie di Kutai Kartanegara
(Sumber: dokumen pribadi)


Setiap ada kebahagiaan pasti ada kesedihan. Hasil jepretan kamera ponsel ada di sini …
Kesedihan itu memang bumbunya kehidupan. Sedangkan, jepretan objek yang bisa memberikan kesedihan, di antaranya:
1)   Gambar bagian atas adalah ledakkan gas elpiji ukuran jumbo dan melon yang menghancurleburkan sebuah rumah di Kota Denpasar.
2)   Gambar bagian bawah adalah karangan bunga ketika kasus meninggalnya gadis kecil yang cantik “Angeline” karena pembunuhan sadis.


Jepretan yang membuat kesedihan
(Sumber: dokumen pribadi)


Hasil jepretan lucu …
Ini adalah hasil jepretan yang membuat saya tersenyum, bahkan tertawa sendiri.  Objek yang berhasil saya jepret adalah sepasang monyet sedang mencari kutu yang berada pinggiran di salah satu ruas jalan raya Candidasa-Karangasem Bali. Saya bela-belain berhenti meskipun jalan raya yang menurun untuk mengabadikan momen yang menggelikan ini. 


Jepretan lucu (Sumber: dokumen pribadi)


Jepretan yang Unik ada di sini …
Bukan hanya menyedihkan dan lucu yang berhasil saya rekam dengan kamera ponsel. Saya pun sempat merekam objek yang unik, yaitu:
1)   Tukang tambal ban seorang ibu-ibu yang lihai dan lincah. Objek foto ini saya jepret ketika sepeda motor yang saya kendarai mengalami kebocoran ban di daerah Sempidi, Badung Bali.
2)   Seekor jangkrik tanpa sengaja terbang dan hinggap di tangan saya ketika sedang antri mentranser uang di sebuah bank pemerintah di Denpasar Bali.
3)   GIVI yang dipakai untuk sepeda motor sangat unik, karena dibuat sendiri menggunakan lempengan kayu. Sangat murah dan tradisional. Jepretan ini terjadi di salah satu jalan raya di Denpasar Bali.




Jepretan unik yang berhasil saya rekam dengan
kamera ponsel (Sumber: dokumen pribadi)


Video berikut merupakan kondisi kamera ponsel saya yang masih jauh dari sempurna, khususnya fitur kamera yang ada di dalamnya. Tetapi, momen penting yang telah dijepret oleh kamera ponsel menjadi kenangan yang tidak terlupakan dari yang sedih hingga yang menyenangkan. Yuk, lihat tayangannya di sini:


video
 Kamera ponsel (Sumber: dokumen pribadi)


Inilah sekelumit cerita tentang Kamer Ponsel saya …




Aku dan Kamera Ponsel (Sumber: dokumen pribadi)

Sekian…


Tulisan ini diikutsertakan untuk “Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com“.



6 comments:

  1. Replies
    1. Matur suwun mbak Desi sudi mampir. Doanya meneduhkanku.

      Delete
  2. Segala macam kejadian yg ada di keseharian bisa kita bingkai dg mudah dalam memori ya melalui foto2 melalui kamera ponsel. Praktis sekali motret pake ponsel.

    Terima kasih sudah ikutan GA Aku dan #KameraPonsel. Good luck.

    ReplyDelete