Tuesday, September 2, 2014

Wonderful Indonesia: Raja Ampat, Eksplorasi Keindahan Wisata Bahari Berkelas Dunia



Oleh Casmudi, S.AP





              Keindahan alam Indonesia memang mengundang sejuta pesona. Tak henti-hentinya keindahan alam satu per satu muncul ke permukaan memberi keanekaragaman baik flora maupun fauna. Setelah pesona pantai “Laskar Pelangi” di Bangka Belitung yang memberikan inspirasi banyak orang untuk datang berkunjung, kini giliran pesona “Raja Ampat” yang luar biasa mendobrak pariwisata. Ya, Raja Ampat sungguh-sungguh pesona alam Indonesia yang wajib dikunjungi. Kondisi alam yang masih “perawan” di tanah Papua memberikan dukungan masyarakat Indonesia untuk menjaga kelestariannya.
Sebenarnya nama“Raja Ampat”atau 'Empat Raja'berasal dari cerita rakyat setempat. Dahulu, ada seorang perempuan yang menemukan 7 buah telur. Tidak lama kemudian, telur-telur tersebut menetas. Sebanyak 4 dari 7 telur secara ajaib menetas menjadi sang pangeran. Sedangkan, 3 telur dengan ajaib menetas menjadi seorang wanita, sebuah batu, dan hantu. Selanjutnya, 4 Pangeran masing-masing menjadi raja yang menguasai Pulau Misool (rumah untuk lukisan batu kuno), Pulau Waigeo, Pulau Batanta,dan Pulau Salawati. Karena menguasai empat pulau itulah yang akhirnya berkembang menjadi nama Raja Ampat.
            Saat ini, Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung (Vogelkoop) Pulau Papua. Raja Ampat menjadi kabupaten tersendiri di Provinsi Papua. Luas wilayah Raja Ampat lebih dari 4,5 juta hektar. Kurang lebih 85% wilayah kabupaten Raja Ampat merupakan lautan. Sedangkan sisanya merupakan gugusan pulau-pulau yang berjumlah lebih dari 600 pulau. Selain 4 pulau yang tergolong besar, Kabupaten Raja Ampat mempunyai 35 pulau yang berpenghuni. Dan sisanya merupakan pulau yang tidak ditinggali manusia. Kemudian sebanyak 400 pulau di Kepualauan Raja Ampat yang sudah pernah dieksplorasi. Sisanya benar-benar masih perawan alias tidak pernah dijamah manusia sama sekali.



 Keindahan kepulauan Raja Ampat mempunyai pemandangan alam, terutama laut yang paling spektakuler di dunia. Beberapa tahun belakangan ini, pesona alam Raja Ampat menyebar hingga ke mancanegara. Oleh sebab itu, kepulauan Raja Ampat sekarang menjadi tujuan para penikmat keindahan wisata bahari, terutama pesona bawah lautnya. Untuk mengunjungi kepulauan Raja Ampat mudah dijangkau, meskipun memakan waktu dan biaya cukup besar. Banyak maskapai penerbangan yang berangkat dari kota  Jakarta atau Bali ke Sorong via Makassar atau Ambon dan Manado dan menempuh perjalanan kurang lebih 6 jam penerbangan. Sebagai informasi, maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air mempunyai jadwal terbang ke Sorong dari Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Bali. Selanjutnya dari Sorong bisa naik feri (sekitar 1,5 - 2 jam) yang tersedia setiap hari menuju Waisai, ibu kota kabupaten Raja Ampat di Pulau Waigeo. Kita juga bisamemakai  jasa speed boat (kapal cepat) dengan jarak waktu sekitar 1 jam dari Sorong menuju Waigeo.
Tidak usah khawatir, di kota Sorong merupakan kota besar dan mempunyai fasilitas lengkap. Setelah itu, kita bisa memilih penjelajahan Raja Ampat dengan ikut tur dengan perahu pinisi atau tinggal di resort Raja Ampat Dive Lodge. Banyak pilihan penginapan atau hotel di Raja Ampat.



  


Kekayaan sumber daya alam yang luar biasa
Kekayaan alam Kepulauan Raja Ampat benar-benar memberikan decak kagum bagi semua kalangan. Kondisialam yang masih lestari jelas-jelas memberikan keanekaragaman hayati. Pepohonan yang masih tumbuh subur menjulang memberikan kelangsungan hidup flora dan fauna. Dengan catatan tidak adanya tindakan illegal loging atau pembalakan liar secara membabi-buta. Berbagai spesies, baik tumbuhan maupun hewan tumbuh dengan bebasnya. Kita juga semua yakin, kandungan perut bumi pun tidak ada bedanya dengan kawasan Freeport yang megandung kekayaan luar biasa. Namun, selain pesona alam daratan yang membuat betah untuk menikmatinya, kepulauan Raja Ampat memberikan anugerah Tuhan yang luar biasa berupa pesona bawah launya atau wisata bahari. Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu dalam siaran persnya menyatakan, bahwa kepulauan Raja Ampat mempunyai kekayaan berupa keanekaragaman hayati laut yang terletak di jantung Coral Triangle dunia, harus tetap menjadi tujuan wisata eksklusif agar tidak merusak lingkungan alami.
            Ada beberapa pulau di Raja Ampat yang menjadi favorit kunjungan para wisatawan baik domestik maupun mancanegara, yaitu:
1.      Pulau Wayag. Pulau inilah yang menjadi primadona bagi para wisatawan. Perlu diketahui, bahwa di Pulau Wayag terdapat pulau karang yang diatasnya ditumbuhi pepohonan yang rimbun. Air laut yang jernih membuat Anda dapat melihat biota laut secara langsung. Benar-benar indah!
2.      Pulau Waiwo. Pulaunya yang asri dan penuh pepohonan yang hijau membuat betah untuk berkunjung. Banyak kegiatan wisata yang bias dilakukan di pulau ini, seperti: berenang, menyelam atau snorkeling untuk melihat keindahan biota lautnya di dalam air yang jernih. Banyak ikan kecil yang beraneka warna. Tetapi kita dilarang untuk menangkapnya dengan maksud untuk menjaga kelestarian biota laut.
3.      Pulau Karang. Di pulau ini kita bisa melakukan wisata mendaki. Terdapat jalan yang curam dengan kemiringan 90 derajat. Dibutuhkan tenaga ekstra untuk mencapai puncaknya. Kita benar-benar disuguhi dengan atraksi uji nyali untuk mencapai ketinggian puncak Pulau Karang dan bisa melihat keseluruhan pulau-pulau hijau di antara air laut.
4.      Kepulauan Gam. Pulau yang sungguh unik karena menyuguhkan keindahan fauna khas Papua, yaitu burung cendrawasih. Kita bisa menikmati 4 jenis burung cendrawasih, yaitu: cendrawasih merah, cendrawasih besar, cendrawasih kecil dan cendrawasih belah rotan. Apalagi, jika burung cendrawasih sedang menari dan memperlihatkan bulu-bulu cantiknya agar dapat menarik perhatian cendrawasih betina sekitar pagi hari pukul 07.00-09.00 dan sore hari pukul 16.00-17.00 membuat pemandangan yang sulit ditemukan di daerah lain.
5.      Pulau Arborek. Di pulau ini adalah tempat yang pas untuk berbelanja berbagai cindera mata. Banyak oleh-oleh khas yang terbuat dari daun pandan hutan dibuat  menjadi kayafyof (topi), noken (tas) besar dalam berbagai ukuran.


 


Dengan luas sekitar 9,8 juta hektar daratan dan laut, kepulauan Raja Ampat telah menjadi rumah bagi 573 spesies karang, lebih dari 1.427 spesies ikan dan 699 jenis moluska (kerang). Kawasan ini memiliki lebih dari 75 persen spesies laut yang ada di dunia. Yang lebih luar biasa adalah kekayaan laut Raja Ampat terdapat spesies ikan pari manta dan hiu abu-abu yang merupakan spesies langka yang bisa ditemui saat kita melakukan penyelaman. Keberadaan ikan pari Manta dan hiu abu-abu ini menjadi modal besar untuk menjadikan Kepulauan Raja Ampat sebagai destinasi unggulan wisata bahari dunia. Spesies langka lainnya yang bisa dijumpai pada saat kita melakukan penyelaman adalah jenis kuda laut katai, wobbegong, ikan endemik Eviota raja (sejenis ikan gobbie).
Di kawasan ikan pari Manta yang terletak di Arborek selat Dampier, kita bisa melakukan penyelaman dengan ditemani beberapa ekor Pari Manta yang jinak. Apalagi, jika kita menyelam di Cape Kri atau Chicken Reef, kita akan dikelilingi oleh ribuan ikan tuna, giant trevallies dan snappers. Bahkan kumpulan ikan barakudabisa kita temui. Kondisi inilah yang menyebabkan para pengunjung dari berbagai negara atau wisatawan domestik datang berduyu-duyun untuk menikmati spesies langka tersebut.



 Menurut Dr John Veron, ahli karang dari Australia, dalam sebuah situsnya mengungkapkan, bahwa kepulauan Raja Ampat yang terletak di ujung paling barat Pulau Papua, sekitar 50 mil sebelah barat laut Sorong, mempunyai kawasan karang terbaik di Indonesia. Bahkan, sekitar 450 jenis karang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu.Lain lagi dengan hasil penelitian dari tim ahli dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada kurun waktu tahun 2001 dan 2002 yang menyatakan bahwa di kepulauan Raja Ampat terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans.
Dengan demikian memberikan kesimpulan bahwa sebesar 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat dan tak ada satupun tempat di dunia  dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak itu. Hal inilah yang menyebabkan Pemerintah telah menetapkan laut sekitar Waigeo Selatan, yang meliputi pulau-pulau kecil seperti Gam, Mansuar, kelompok Yeben dan kelompok Batang Pele, telah disahkan sebagai Suaka Margasatwa Laut. Menurut SK Menhut No. 81/KptsII/1993, luas wilayah ini mencapai 60.000 hektar. Sungguh kekayaan alam yang luar biasa. Beberapa karang pun masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu:selat Dampier (selat antara Pulau Waigeo dan Pulau Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Tenggara dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam.
Wisata Keindahan LautRaja Ampat
            Sudah tidak bisa dipungkiri, bahwa pesona wisata bahari menjadi tujuan utama para pengunjung. Para pengunjung bisa melakukan wisata bawah laut untuk menikmati biota lautnya, seperti melakukan penyelaman (diving). Perlu diketahui, bahwa perairan Kepulauan Raja Ampat merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, diakui sebagai kawasan nomor satu yang mempunyai kelengkapan flora dan fauna bawah air.








            Ada beberapa paket wisata bahari yang sering ditawarkan di Raja Ampat, seperti:
1.      Harga Paket Snorkeling Only
2 orang   =  Rp. 16.445.000/orang
5 orang   =  Rp. 8.820.000/orang
10 orang =  Rp. 7.265.000/orang
20 orang =  Rp. 6.870.000/orang
2.      Harga Paket Diving Berlisensi (3 kali Dives)
2 orang    = Rp. 18.495.000/orang
5 orang    =  Rp. 13.570.000/orang
10 orang  =   Rp. 11.950.000/orang
3.      Harga Paket Diving non Lisensi (1 kali Dives)
2 orang    =  Rp. 17.045.000/orang
5 orang    =   Rp. 9.420.000/orang
10 orang  =  Rp. 7.650.000/orang
20 orang =   Rp. 7.135.000/orang
            Raja Ampat juga merupakan kawasan yang baik yang didukung dengan deburan ombak yang menantang, sehingga sangat baik untuk melakukan olahraga selancar. Ditambah dengan hempasan angin laut dan hangatnya sinar matahari, aktivitas berselancar menjadi menyenangkan. Pulai Misool adalah tempat favorit para peselancar karena kondisi pasir putihnya yang indah dan pemandangan sekelilingnya yang indah menambah semangat untuk berselancar. Untuk mendongkrak pesona wisata bahari Raja Ampat, Menteri Perikanan dan Kelautan Sharif Tjitjip Soetardjo menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia terus berupaya mempromosikan potensi wisata bahari Raja Ampat sebagai kawasan konservasi perairan dalam rangka mengembangkan ekonomi kelautan. Apalagi, sejak kepulauan Raja Ampat  ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN), masing adalah Suaka Margasatwa Laut Pulau Misool Selatan, laut Pulau Kofiau, laut Pulau Asia, laut Pulau Sayang dan laut Pulau Ayau dan masyarakat setempat telah banyak merasakan manfaatnya.
"Hal tersebut memicu kesadaran masyarakat untuk terus menjaga wilayah perairan dari perusakan, seperti penggunaan bom ikan. Maka atas kontribusi masyarakat itulah luasan kawasan konservasi Raja Ampat terus bertambah, saat ini sudah mencapai 1,1 juta hektar" (Sharif Cicip Soetardjo, Menperikan)
Menjaga Kebudayaan dan Kearifan Lokal
Meskipun wisata bahari yang mendunia, tetapi mata pencaharian masyarakat Kepulauan Raja Ampat sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Masyarakat Raja Ampat hidup terpisah antar kampung kecil karena berbeda pulau. Masyarakat kepulauan Raja Ampat  adalah orang yang ramah dan baik hati. Mereka tidak alergi dengan para pendatang.Bahkan, menerima kedatangannya dengan ramah dan senang hati.Karena mereka memahami bahwa para pendatang berniat baik untuk menikmati keindahan alamnya. Yang mengagumkan adalah budaya masyarakat Raja Ampat memegang kerukunan antar umat beragama, meskipun perbedaan agama antara penganut agama Kristen dan Islam dalam satu keluarga atau marga.
Sejarah kebudayaan masyarakat Raja Ampat juga mengagumkan. Selain wisata pantai yang indah, keindahan alam, suasana pedesaan yang tenang, wisata kuliner danfestival bahari, masyarakat Raja Ampat mempunyai peninggalan sejarah berupa cap tangan pada dinding batu karang berada sangat dekat dengan permukaan laut (tidak berada di dalam gua) yang masih terjaga keasliannya di kawasan gugusan Misool. Yang luar biasa adalah usia cap-cap tangan ini diperkirakan berumur sekitar 50.000 tahun dan menjadi bagian dari rangkaian petunjuk jalur penyebaran manusia dari kawasan barat Nusantara menuju Papua dan Melanesia.
Kearifan lokal masyarakat Raja Ampat yang masih melekat sampai sekarang adalah keramahan dan persahabatan dalam menerima tamu dari luar. Apalagi jika sang tamu membawakan oleh-oleh buat mereka berupa pinang atau permen. Pinang atau permen akan  menjadi “pipa perdamaian indian’'. Acara selanjutnya adalah diisi dengan mengobrol sambil makan pinang disebut juga "Para-para Pinang". Yang lebih menyenangkan adalah kadangkala makan pinang bergiliran satu sama lain sambil saling melempar mob (cerita-cerita lucu).
Sail Raja Ampat 2014 dan Pembangunan Insfrastruktur    
Agenda Sail Raja Ampat 2014 diharapkan pemerintah untuk menghantarkan Raja Ampat ke pentas wisata dunia. Sail Raja Ampat 2014 merupakan kelanjutan dari lima pelaksanaan acara serupa, yakni Sail Bunaken pada 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi-Belitong 2011, Sail Morotai 2012, dan Sail Komodo 2013. Sail Raja Ampat 2014 diadakan mulai tanggal 17-23 Agustus 2014di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) Raja Ampat, Papua Barat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hadir secara khusus untuk membuka acara tersebut yang dihadiri oleh ribuan tamu undangan dari dalam dan luar negeri. Sejumlah agenda yang dilaksanakan dalam Sail Raja Ampat 2014 adalah: Lingkar Nusantara IV Sailing, Desa Bangunan, Archipelago Youth Sailing, Yacht Rally, Seminar Nasional dan Internasional, Potensi Pengembangan Pariwisata, Pengembangan Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif, Olahraga Maritim, pameran potensi daerah, serta pelayanan sosial kesehatan. Tetapi acara yang fenomenal adalah kedatangan 25 kapal Angkatan Laut Indonesia dan negara lainnya.



 Tujuan utama lainnya diadakannya Sail Raja Ampat 2014 adalah dalam rangka pelaksanaan pembangunan infrastruktur serta kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.
"Sail Raja Ampat juga sangat efektif untuk mempromosikan wilayah Papua dan sekitarnya sebagai tujuan wisata nasional dan internasional" (Dedi H Sutisna, Sekwan Kelautan Indonesia/Ketua Pelaksana Sail Raja Ampat 2014).
Pembangunan insfrastruktur di Raja Ampat di antaranya, pembangunan sektor udara, Kemenhub membuat terminal penumpang di Bandara Omine Eduard Osok, Kota Sorong. Sedangkan untuk Bandara Rendani, Raja Ampat, Kementerian Perhubungan memperpanjang landasan udara hingga 2.400 meter dari 1.800 meter yang direncanakan. Dengan dibangunnya insfrastruktur yang memadahi akan mempermudah wisatawan untuk datang ke Raja Ampat, sehingga akan mengalami kenaikan kunjungan.
Menurut Gubernur Papua Barat, Abraham Oktavianus Atururi mengungkapkan, Raja Ampat menjadi destinasi wisata sejak 10 tahun terakhir dengan kunjungan wisatawan yang terbatas. Jumlah wisatawan melonjak drastis dari 1.000 orang pada 2007 menjadi 15 ribu orang pada 2013. Dari jumlah tersebut, wisatawan asing masih mendominasi kunjungan hingga 72,86 persen. Masalah pemenuhan kebutuhan pun akan diprioritaskan, karena kebutuhan masih dipasok dari luar provinsi.Apalagi daya tarik wisata Raja Ampat berada dalam hak ulayat masyarakat adat dan pemerintah daerah. Selanjutnya daya tarik wisata tersebut sudah dilindungi dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 13 Tahun 2013 tentang Pariwisata dan Peraturan Daerah Perda No. 14 Tahun 2013 tentang Rencana Induk Pengembangan Wisata.
            Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif Tjitjip Soetardjo mengatakan penyelenggaraan Sail Raja Ampat 2014 bertujuan agar ada perbaikan dan penambahan infrastruktur di gugusan pulau di ujung barat Papua itu. Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif Tjitjip Soetardjo juga mengakui bahwa masalah infrastruktur, seperti jalan raya dan listrik, menjadi kendala dalam pengembangan wisata di Raja Ampat. Hal tersebut akan menjadi prioritas pemerintah pusat. Selanjutnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan menggandeng Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat (UP4B) untuk mendukung program percepatan pembangunan Kelautan dan Perikanan di Provinsi Papua dan Papua Barat.
            Akhirnya, kita menyadari betapa indahnya pesona alam di kepulauan Raja Ampat yang wajib dijaga kelestariannya. Sebagai anak bangsa, kita juga perlu mempopulerkan Raja Ampat ke pentas dunia, serta mendorong pemerintah untuk membangun insfrastruktur yang memadahi di kepulauan Raja Ampat. Sebagai bahan referensi betapa indahnya pesona kepulauan Raja Ampat, kita bisa menyaksikan tayangan di link berikut:
1.      Raja Ampat - Tempat Wisata Terindah di Dunia




2.      This is Raja Ampat - Papua Indonesia (HD)     
Link: http://www.youtube.com/watch?v=feoRIr5MNHM


  

Mari berkunjung ke Raja Ampat, gan!


Referensi:
http://www.tempo.co/read/news/2014/08/23/090601693/Wisata-Raja-Ampat-Butuh-Pembangunan-Infrastruktur

2 comments: