Monday, February 13, 2017

Nasi Tempong Banyuwangi



Nasi Tempong, Pedasnya Serasa Ditampar



 Menu nasi Tempong yang menggugah selera (Sumber : dokumen pribadi)



Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke mempunyai keragaman adat dan budaya. Kondisi tersebut membuat perbedaan yang ada menjadi satu dalam slogan Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan adat dan budaya memberikan nuansa kuliner daerah yang berbeda-beda. Selanjutnya, kuliner tersebut merupakan kekayaan Indonesia yang patut dikenal dan dipertahankan. Bahkan, kuliner yang ada bisa menjadi ladang bisnis menggiurkan yang mendatangkan banyak uang.  

Untuk mendapatkan informasi atau menjelajah kuliner nusantara yang menjadi oleh-oleh khas daerah, kita bisa berbelanja online melalui Omiyago. Anda akan mengetahui betapa hebatnya kuliner Indonesia yang bisa menjadi buah tangan saat berkunjung ke sebuah daerah di tanah air. Bukan hanya itu, oleh-oleh yang kita beli bisa dikirim langsung oleh kurir Omiyago secara cepat dan profesional hingga ke alamat tujuan. Apalagi, kemasannya dibuat dalam box yang mewah dan menarik yang di dalamnya dilapisi oleh kertas kalkir sehingga kuliner yang kita kirim ke sanak keluarga, teman atau kolega dalam keadaan baik. Lebih spesial lagi bahwa dalam kemasan box tersebut dilengkapi dengan Kartu Ucapan Terima Kasih (Thank You Card). Oleh-oleh kuliner nusantara tersebut terasa istimewa bukan? 

Kuliner yang kita beli dan bisa dikirim langsung akan semakin bervariasi jika kita menjelajah indahnya nusantara. Banyak keanekaragaman budaya dan pesona keindahan alam yang tidak terhingga. Namun, jika kita ingin mendapatkan lebih pesona Indonesia dalam sentuhan digital, maka kita bisa berkelana di TelusuRI. Di halaman digital tersebut kita bisa melihat betapa Bhinneka Tunggal Ika-nya Indonesia. Sungguh merangsang adrenalin kita untuk menjelajah pesona Indonesia. Let’s go!

Lalu, seandainya kita menyempatkan diri jalan-jalan atau wisata ke Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Banyuwangi maka kita akan menemui kuliner yang khas yaitu: Nasi Tempong. Kota Banyuwangi   mendapat julukan Kota Gandrung karena terkenal dengan tarian Gandrung yang dimainkan dengan para wanita cantik memang sedang gencar memperkenalkan pesona wisata daerahnya. Dari Pantai Boom hingga pantai Grajagan di ujung Selatan Banyuwangi sangat mempesona para wisatawan. Apalagi jika kita sambil mendengarkan alunan musik khas daerahnya Kendang Kempul yang terdengar mendayu-dayu di telinga. Asyik sekali!



Tari Gandrung sebagai tarian khas Banyuwangi (Sumber: dokumen pribadi)


Bahasa khas daerahnya juga terdengar menarik yaitu Bahasa Oseng karena masyarakat pribumi Banyuwangi lebih dikenal dengan suku Oseng. Sambil berpetualang di Kota Banyuwangi, kita tidak akan susah mencari makanan khas kota tersebut, Nasi Tempong. Kuliner yang tidak jauh berbeda dengan makanan lalapan khas Jawa Timuran. Tetapi, Nasi Tempong mempunyai ciri khas sendiri. Tentunya sama-sama menyehatkan karena banyak mengandung sayuran.



Nasi Tempong khas Banyuwangi Jawa Timur, sambalnya bikin keringat dingin serasa ditempong atau ditabok (Sumber: dokumen pribadi)


Mengapa dikenal dengan Nasi Tempong? Dalam bahasa setempat (baca: Oseng) Tempong mempunyai arti ditempeleng atau ditabok. Hal ini dikarenakan kuliner dengan dominasi rasa pedas karena sambal membawa penikmat kuliner mengeluarkan keringat sehabis makan seperti ditempeleng karena menahan pedasnya. Jadi, bukan tempong rasanya, jika tidak merasakan pedas yang luar biasa. Bagi penyuka unsur pedas, kuliner ini sangatlah menggiurkan. Tetapi, bagi yang tidak menyukasi rsa pedas bisa menjadi sensasi kuliner yang patut dicoba.

Kuliner Nasi Tempong terdiri dari lauk pauk ayam goreng, tempe, tahu dan  perkedel jagung. Dan, tambahan lauk pauk yang menjadi ciri khasnya adalah sensasi ikan asin. Ini berguna untuk meredakan rasa pedas. Lalapan juga tidak ketinggalan saat menikmati Nasi Tempong yaitu: potongan mentimun, terong, sawi, bayam dan kubis. Lalapan tersebut semuanya dalam kondisi direbus kecuali mentimun. 

Kondisi lalapan yang direbus pada Nasi Tempong memberikan perbedaan dengan lalalapan ala Jawa Timuran lainnya seperti lalapan khas Lamongan, Jember, Malang, Surabaya dan lain-lain. Ada tambahan lalapan kemangi yang masih dalam keadaan mentah dan segar. Ini bisa memberi efek aroma wangi pada kuliner dan bisa mengurangi atau mencegah bau. Bagaimana sensasinya Nasi Tempong, kita bisa lihat video berikut di sini
Menariknya, setelah kita menikmati Nasi Tempong, keringat dingin akan muncul dengan sendirinya sambil menahan rasa pedas huh-hah. Kondisi inilah seperti “ditempong” alias ditabok, kata orang Banyuwangi. Tentunya, rasa pedas tersebut bikin ketagihan bagi penikmat kuliner Nasi Tempong. Dan, kuliner Nasi Tempong selalu membuat kangen saat kita berpetualang ke Kota Banyuwangi. Jadi, tidak lengkap rasanya ketika wisata ke Kota Banyuwangi jika tidak mencicipi kuliner Nasi Tempong. Anda tertarik untuk mencobanya, datang saja ke Kota Banyuwangi atau warung makan Nasi Tempong di kota Anda. Jangan lupa siapkan lap keringat. Selamat ditempong ya?


http://omiyago.com/blog/omiyago-blog-competition/?utm_source=from_mamorae&utm_medium=campaign_job_from_mamorae_278&utm_campaign=jobs_from_mamorae





        


1 comment:

  1. Berarti setelah makan nasi tempong berasa kayak ditabok lah ya Mas, hahahaha. Semoga menang lombanya :)

    ReplyDelete